Dr. Ardi Wirdamulia Bacaleg Dapil 5 DKI

BACALEG DAPIL 5 Partai Demokrat DKI Jakarta Kramat Jati - Jatinegara - Duren Sawit

Agenda dan Platform

Agenda

Berbeda dengan calon kepala daerah yang bisa bicara tentang program-program, kami bacaleg hanya bisa bicara tentang kebutuhan perundangan yang bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Bagian besar tugas kami adalah tentang anggaran dan pengawasan. Untuk memastikan bahwa uang rakyat digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Porsi antara anggaran yg digunakan untuk bantuan/subsidi harus seimbang dengan anggaran yang digunakan untuk stimulus pertumbuhan ekonomi. Inilah yang harus tercemin dalam Perda APBD. Dan inilah tentunya yang akan saya perjuangkan sebagai anggota legislatif, kelak.

Sebagai stimulus ekonomi, APBD DKI harus:

  1. Menyediakan infrastruktur yang terukur untuk keberlangsungan kehidupan perkotaan seperti ketersediaan utilitas (listrik, air, gas), fasilitas umum, fasilitas sosial, lingkungan hidup, transportasi dan tata kelola air
  2. Merangsang pembukaan lapangan kerja khususnya di sektor jasa, digital economy dan UKMM
  3. Memberi stabilitas harga utamanya sembako
  4. Memicu pertumbuhan ekonomi

Sebagai upaya untuk menciptakan keadilan sosial dan kesetaraan, APBD DKI harus:

  1. Memastikan ada dan meluasnya akses bantuan pada sektor-sektor
  2. Penyediaan keperluan minimum untuk hidup. Tidak boleh ada penduduk Jakarta yg kelaparan dan tidak memiliki tempat tinggal.
  3. Memastikan ada dan meluasnya akses dan bantuan pada kesehatan masyarakat, utamanya ibu dan anak
  4. Memastikan ada dan meluasnya akses dan bantuan pada pendidikan.
  5. Memastikan ada dan meluasnya akses dan bantuan untuk meningkatkan kualitas hidup sebagai warga kota:
    • Sarana dan fasilitas bagi diffable.
    • Taman kota/ taman bermain anak
    • Sarana trotoar, penyebrangan jalan dan shelter – shelter yang aman dan nyaman
    • Sarana sarana rekreasi untuk warga yang terjangkau
    • Sarana-sarana untuk mengembangkan kehidupan beragama
    • Sarana-sarana mengembangkan intelektualitas
    • Sarana-sarana kesenian/ kebudayaan
    • Sarana-sarana olah raga
    • Sarana-sarana bagi orang muda untuk mengembangkan dan mengekspresikan dirinya.

Di luar 2 fungsi utama tersebut, saya tahu bahwa APBD juga perlu digunakan untuk pelayanan publik seperti:

    • keamanan dan ketertiban
    • bantuan kebakaran
    • pencatatan sipil
    • penyediaan informasi dan statistik
    • pembayaran pajak-pajak daerah

Sebagai pelayan, APBD DKI harus mencerminkan orientasi untuk menempatkan masyarakat sebagai fokus. Bukan pada pejabat atau struktur.

Perda APBD hanya satu dari banyak perda yang harus dibuat untuk kemudian diawasi pelaksanaannya. Demi tercapainya masyarakat yang adil dan makmur maka dibutuhkan perda perda yang berorientasi pada dua hal:

  • Perlindungan terhadap pemangku kepentingan. Dalam hal ini saya akan selalu berorientasi pada perlindungan terhadap konstituen saya.
  • Pemanfaatan sumber daya bersama demi kepentingan bersama.

Agenda utama saya sebagai anggota legislatif adalah melakukan/mengusulkan perubahan perda” demi terciptanya:

  • Berbagi kota. Menghilangkan sekat-sekat eksklusifitas. Memfasilitasi interaksi antar warga dan meningkatkan solidaritas sosial
  • Kesempatan perolehan hunian yang layak di DKI utamanya untuk kaum muda.
  • Tata kota yang memungkinkan orang untuk melakukan aktifitas hidupnya pada area sekecil mungkin. Kota yang di tata dengan blok-blok di mana tiap blok menyediakan kesempatan untuk mencari nafkah sekaligus menikmati hidupnya. Tentunya lengkap dengan sarana” pendidikan dan kesehatan.

Platform

Basis ideologi saya adalah humanis dengan kecenderungan pada nilai-nilai sosialisme. Sebagai anggota Partai Demokrat, saya dibentuk agar memiliki nilai-nilai nasionalis dan religius.
Empat nilai tersebut, humanis (sila 2), sosialis (sila 5), nasionalis (sila 3) dan religius (sila 1) merupakan kesepakatan ideal para bapak-bapak bangsa yg dikompetisikan melalui demokrasi (sila 4). Itulah Pancasila.

Dengan demikian, secara platform saya mengambil tiap bagian dari Pancasila. Saya sebut sebagai Jalan Tengah Demokrat.

Sebagai jalan tengah, platform ini tentu akan terkait dengan tantangan yang sedang dihadapi oleh masyarakat. Untuk DKI, tantangan terbesar saat ini adalah social justice dan social solidarity. Dengan demikian bandul saya akan lebih berada pada sosialisme dan humanisme.