Dr. Ardi Wirdamulia Bacaleg Dapil 5 DKI

BACALEG DAPIL 5 Partai Demokrat DKI Jakarta Kramat Jati - Jatinegara - Duren Sawit

Social and Politics

Meluruskan pikiran tentang model bisnis ojek online

Masalah ojek online atau transport online ini memang susah tidak mudah. Di satu sisi kita memiliki alternatif transportasi selain kendaraan pribadi dan umum. Di lain sisi ojek online ini menyisakan banyak persoalan dari mulai perlindungan tenaga kerja sampai dengan ketidakdisiplinan pengendara ojek online yang merusak tata kota. Dalam membenahi ojek online ini diperlukan pendekatan yang …

Meluruskan pikiran tentang model bisnis ojek online Read More »

Tentang Kita

By : Tuan Wahai Seorang kawan, seorang perempuan, yang memilih berpisah supaya dia tak disiksa lagi, memutuskan mengakhiri hidupnya: mengiris nadi. Darahnya menganak sungai, kental sungguh. Anaknya masuk kamar, bermaksud pinjam handphone untuk tetering, kemudian menjerit. Hampir dua bulan lalu, belum jauh itu. Salah seorang dari netijen tahu persis kisah ini. Cepat-cepat dia dibawa ke …

Tentang Kita Read More »

Jika Oum Awe Jadi Presiden

Jika saya jadi presiden, yang beneran ya, bukan cuma petugas partai, saya mau menuntaskan agenda reformasi 1998. Melucuti kekuasaan totaliter negara. Mencukupkan kekuasaan negara sampai yang kita perlukan saja. Setelah hampir 20 tahun berlalu, reformasi 1998 ternyata hanya mampu menjatuhkan simbol-simbol totalitarian. Soeharto dan dwi fungsi ABRI. Bukan esensinya. Tanpa adanya perubahan yang mendasar, kita …

Jika Oum Awe Jadi Presiden Read More »

Bagaimana kita harus meletakkan toleransi, ghirah beragama dan politik identitas.

Dalam empat tahun terakhir ini kosa kata intoleransi menyeruak menjadi diksi penting dalam isu-isu publik. Sesuatu yang seharusnya baik karena memberikan kita kesempatan untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya bersikap toleran dalam berbangsa dan bernegara. Sayangnya, kepentingan politik praktis malah mengaburkan konsep-konsep penting dalam toleransi ini. Membawa kita pada kerancuan berfikir yang pada gilirannya justru membelah …

Bagaimana kita harus meletakkan toleransi, ghirah beragama dan politik identitas. Read More »

Betapa anunya nalar ke-Jokowi-an kalian.

Saya melihat kontestasi politik kita sudah dalam tahap yang mencemaskan. Ini bukan cuma soal benturan horisontal. Ini juga soal rusaknya akal sehat yang tidak akan pulih dengan berakhirnya pilpres 2019. Suram. Mari kita letakkan kembali masalah dalam tempatnya. Jokowi itu presiden. Bukan simbol perlawanan terhadap hantu-hantu. Bukan juga hantu itu sendiri. Jangan mendekati persoalan pilpres …

Betapa anunya nalar ke-Jokowi-an kalian. Read More »

Membangkitkan pengalaman berbangsa sebagai penuntun menuju terang. Bagian 2

Persoalan utama bangsa kita hari ini adalah persoalan ekonomi. Dollar telah menembus 14000 rupiah. Intervensi BI memang membuatnya tertahan, namun fundamental ekonomi kita tetap dalam situasi yang harus diwaspadai. Persoalan ekonomi ini merupakan persoalan yang terstruktur dalam masyarakatnya karena alokasi sumber daya yang tidak adil. Alokasi sumberdaya yang tidak sejalan dengan semangat kebangsaan. Tentu saja …

Membangkitkan pengalaman berbangsa sebagai penuntun menuju terang. Bagian 2 Read More »

Membangkitkan pengalaman berbangsa sebagai penuntun menuju terang. Bagian 1.

Sejarah Indonesia adalah sejarah yang kaya akan pelajaran berharga sebagai bangsa. Kita bangkit menuju pembebasan yang gemilang di tahun 1945, karena kita telah melalui berbagai pengalaman kebangsaan. KeIndonesiaan. Hari-hari ini, kita menghadapi berbagai tantangan sebagai bangsa. Kita perlu membangkitkan pengalaman-pengalaman itu, agar terang jalan kita. Jalan menuju Indonesia yang lebih makmur dan sejahtera. Pembangunan berkeadilan. …

Membangkitkan pengalaman berbangsa sebagai penuntun menuju terang. Bagian 1. Read More »

Fanatisme terhadap Jokowi. Terbuat dari apa sih?

Kemarin di RL ada yang bertanya pada saya. Kenapa sih masih buanyak orang yang suka pada Jokowi. Padahal banyak fakta yang diungkap di publik tentang kinerja rezim Jokowi. B aja. Kok bisa sefanatik itu? Tidak mudah menjawab pertanyaan ini. Saat aspek rasional tidak bisa digunakan tentu kita harus melihat faktor emosional dan simbolisnya. Bagaimanapun juga …

Fanatisme terhadap Jokowi. Terbuat dari apa sih? Read More »